Tauhid (QS. Ali Imran: 3)

Allah menyatakan bahwasanya tidak ada Tuhan melainkan Dia (yang berhak disembah), Yang menegakkan keadilan. Para Malaikat dan orang-orang yang berilmu (juga menyatakan yang demikian itu). Tak ada Tuhan melainkan Dia (yang berhak disembah), Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana

Iman (HR. Ibnu Hibban)

Iman adalah dikenali oleh hati, diucapkan dengan lisan, dan diamalkan rukun-rukunnya

Nasehat Luqman (QS. Luqman: 17)

Hai anakku, dirikanlah shalat dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah).

Rasulullah Teladan kita (QS. Al-Ahzab: 21)

Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.

Sunnah Rasul (HR. Muslim)

Rasulullah bersabda, "Barangsiapa yang tidak suka (membenci) terhadap Sunnahku, maka dia bukanlah dari golonganku"

Tampilkan postingan dengan label KI Lifestyle. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KI Lifestyle. Tampilkan semua postingan

ALKOHOL BUKAN OBAT


Hadits yang diriwayatkan oleh Muslim menyatakan bahwa Thariq Ju’fi pernah bertanya kepada nabi Muhammad shalullah alayhi wasallam tentang khamar (minuman keras/ alcohol), maka Beliau melarang (meminum)nya. Lalu Thariq berkata, “aku membuatnya untuk obat.” Kemudian Rasulullah shalullah alayhi wasallam bersabda;

Itu (khamar/ minuman keras/ alcohol) bukanlah obat tetapi malah membuat penyakit.”

PERANG PEMIKIRAN



Perang pemikiran adalah peperangan yang terjadi untuk merusak ideology suatu kaum. Perang pemikiran lebih efektif dalam menjajah dan menguasai suatu kaum daripada perang secara militer.

Sebab, Perang militer membutuhkan banyak biaya dan pasukan, sedangkan perang pemikiran tidak membutuhkan biaya terlalu banyak dan pasukan yang siap mati. Perang militer menimbulkan banyak korbankan sedangkan perang pemikiran, korbannya tidak terasa sedang diperangi.

20 Prinsip Ajaran Islam


Hasan Al-Banna mengatakan ada 20 Prinsip Ajaran Islam yang harus DIFAHAMI (Al-Fahmu) oleh seorang muslim di antaranya adalah :


1. Islam adalah sistem yang syamil (menyeluruh), mencakup seluruh aspek kehidupan. Maka ia adalah negara dan tanah air atau pemerintahan dan umat, moral dan kekuatan atau kasih sayang dan keadilan, wawasan dan undang-undang atau ilmu pengetahuan dan hukum, materi dan kekayaan alam atau penghasilan dan kekayaan, serta perjuangan dan dakwah atau pasukan dan pemikiran. Sebagaimana juga ia adalah akidah yang murni dan ibadah yang benar, tidak kurang tidak lebih.

2. Al Qur'an dan Sunnah yang suci adalah rujukan setiap muslim dalam mengenali hukum-hukum Islam. Al Qur'an harus dipahami sesuai dengan kaidah-kaidah bahasa Arab, tanpa takalluf (memaknakan suatu ayat hingga melampaui arti yang sewajarnya) dan ta'assuf (serampangan). Sedangkan as Sunnah yang suci harus dipahami melalui para ahli hadis yang terpercaya.

Pererat Ikatan, Pererat Ukhuwah

Ukhuwah Islamiyah (persaudaraan Islam) bukanlah teori. Ini adalah ajaran praktis yang bisa kita lakukan dalam keseharian. Karena itu, nikmatnya ukhuwah tidak akan bisa kita kecap, kecuali dengan mempraktikannya.
Jika delapan cara di bawah ini dilakukan, Anda akan merasakan ikatan ukhuwah Anda dengan saudara-saudara seiman Anda semakin kokoh.

1. Katakan bahwa Anda mencintai saudara Anda
عَنِ النَّبِيِّ صَلَى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَمَ قَالَ: إِِذَا أَحَبَّ الرَّجُلُ أَخَاهُ فَلْيُخْبِرْهُ أََنَّهُ يُحِبُّهُ
Rasulullah saw. bersabda, “Apabila seseorang mencintai saudaranya, hendaklah dia mengatakan cinta kepadanya.” (Abu Dawud dan Tirmidzi, hadits shahih)

عَنْ اَنَسٍ: اَنَّ رَجُلاً كَانَ عِنْدَ النَّبِيِّ صَلَى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَمَ فَمَرَّ رَجُلٌ فَقَالَ: يَا رَسُوْلُ اللهِ اِنّي لأحِبُّ هَذَا فَقَالَ لَهُ النَّبِيُّ صَلَى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَمَ أَعْلَمْتَهُ؟ قَالَ: لا، قَالَ صَلَى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَمَ: أعْلِمْهُ فَلَحِقَهُ فَقَالَ: إِنِّي أُحِبُّكَ فِى اللهِ فَقَالَ: أَحَبَّكَ الَّذِي أَحْبَبْتَنِى لَهُ
Anas r.a. mengatakan bahwa seseorang berada di sisi Rasulullah saw., lalu salah seorang sahabat melewatinya. Orang yang berada di sisi Rasulullah tersebut mengatakan, “Aku mencintai dia, ya Rasulullah.” Lalu Nabi bersabda, “Apakah kamu sudah memberitahukan dia?” Orang itu menjawab, “Belum.” Kemudian Rasulullah saw. bersabda, “Beritahukan kepadanya.” Lalu orang tersebut memberitahukannya dan berkata, “Sesungguhnya aku mencintaimu karena Allah.” Kemudian orang yang dicintai itu menjawab, “Semoga Allah mencintaimu karena engkau mencintaiku karena-Nya.” (Abu Dawud, dengan sanad shahih)
Jadi, jangan tunda lagi. Katakan cinta kepada orang yang Anda cintai.

2. Minta didoakan dari jauh saat berpisah
عَنْ عُمَرَبْنِ الْخَطَابِ قَالَ: اِسْتَأْذِنْتُ النَّبِيَّ صَلَى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَمَ فِى الْعُمْرَةِ فَأَذِنَ لِي فَقَالَ: لاَ تَنْسَنَا يَا اُخَيَّ مِنْ دُعَائِكَ فَقَالَ: كَلِمَةً مَا يَسُرُّنِى أَنَّ لِى بِِهَا الدُّنْيَا، وَفِى رِوَايَةٍ قَالَ: أَشْرِكْنَا يَا أُجَيَّ فِى دُعَائِكَ
Umaق bin Khaththab berkata, “Aku minta izin kepada Nabi Muhammad saw. untuk melaksanakan umrah, lalu Rasulullah saw. mengizinkanku.” Beliau bersabda, “Jangan lupakan kami, wahai saudaraku, dalam doamu.” Kemudian ia mengatakan satu kalimat yang menggembirakanku bahwa aku mempunyai keberuntungan dengan kalimat itu di dunia. Dalam satu riwayat, beliau bersabda, “Sertakan kami dalam diamu, wahai saudaraku.” (Abu Dawud dan Tirmidzi, hadits hasan shahih)

قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَمَ: مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَدْعُوْ لِأَخِيْهِ بِظَهْرِ الْغَيْبِ إِلاَّ قَالَ الْمَلَكُ : وَلَكَ بِمِثْلٍ
Rasulullah saw. bersabda, “Tidak seorang hamba mukmin yang berdoa untuk saudaranya dari kejauhan malainkan malaikat berkata, ‘Dan bagimu seperti itu’.” (Muslim)

 3. Bila berjumpa, tunjukkan wajah gembira dan senyuman
قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَمَ: لاَ تَحْقِرَنَّ مِنَ الْمَعْرُفِ شَيْئاً وَلَوْ أَنْ تَلْقَى أَخَاكَ بِوَجْهٍ طَلِيْقٍ
Rasulullah saw. bersabda, “Janganlah kamu meremehkan kebaikan apapun, walaupun sekadar bertemu saudaramu dengan wajah ceria.” (Muslim)

4. Berjabat tangan dengan erat dan hangat
Berjabat tanganlah acapkali bertemu. Sebab, Rasulullah saw. bersabda, “Tidak ada dua orang muslim yang berjumpa lalu berjabat tangan melainkan keduanya diampuni dosanya sebelum berpisah.” (Abu Dawud)
قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَمَ: مَا مِنْ مُسْلِمِيْنَ يَلْتَقِيَانِ فَيَتَصَافَحَانِ إِلاَّ غُفِرَ لَهُمَا قَبْلَ أَنْ يَتَفَرَّقَا

5. Sering-seringlah berkunjung
Nabi Muhammad saw. bersabda, “Allah swt. berfirman, ‘Pasti akan mendapat cinta-Ku orang-orang yang mencintai karena Aku, keduanya saling berkunjung karena Aku, dan saling memberli karena Aku’.” (Imam Malik dalam Al-Muwaththa’)

6. Ucapkan selamat saat saudara Anda mendapat kesuksesan
عَنْ اَنَسٍ بن مالك قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَمَ: مَنْ لَقِيَ أَجَاهُ بِمَا يُحِبُّ لِيَسُرَّهُ ذَالِكَ سَرَّةُ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ يَوْمَ الْقِيَامَةِ
Anas bin Malik berkata, Rasulullah saw. bersabda, “Barangsiapa bertemu saudaranya dengan membawa sesuatu yang dapat menggembirakannya, pasti Allah akan menggembirakannya pada hari kiamat.” (Thabrani dalam Mu’jam Shagir)
Jadilah Anda orang yang paling pertama mengucapkan selamat kala saudara Anda menikah, mendapat anak, menempati rumah baru, pergi haji, naik jabatan, dan lain-lain.

7. Berilah hadiah terutama di waktu-waktu istimewa
عَلَيْكُمْ بِالْهَدَايَا فَإِنَّهَا تُوْرِثُ الْمَوَدَّةَ وَتُذْهِبُ الضَّغَائِنَ
Hadits marfu’ dari Anas bahwa, “Hendaklah kamu saling memberi hadiah, karena hadiah itu dapat mewariskan rasa cinta dan menghilangkan kekotoran hati.” (Thabrani)

عَنْ عَائِشَةَ: تَهَادَوْا تَحَابُّوْا
Thabrani juga meriwayatkan hadits marfu’ dari Aisyah r.a. bahwa, “Biasakanlah kamu saling memberi hadiah, niscaya kamu akan saling mencintai.”

8. Berilah perhatian dan bantu keperluan Saudara Anda
قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَمَ: مَنْ نَفَّسَ عَنْ مُؤْمِنٍ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ الدُّنْيَا نَفَّسَ اللهُ عَنْهُ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ، وَمَنْ يَسَّرَ عَلَى مُعْسِرٍ يَسَّرَ اللهُ عَلَيْهِ فِى الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ، وَمَنْ سَتَرَ مُسْلِمًا سَتَرَهُ اللهُ فِى الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ، وَاللهُ فِى عَوْنِ الْعَبْدِ مَادَامَ الْعَبْدُ فِى عَوْنِ اَخِيْهِ.
Rasulullah saw. bersabda, “Siapa yang melepaskan kesusahan seorang mukmin di dunia niscaya Allah akan melepaskan kesusahannya di akhirat. Siapa yang memudahkan orang yang kesusahan, niscaya Allah akan memudahkan (urusannya) di dunia dan di akhirat. Siapa yang menutupi (aib) seorang muslim, niscaya Allah akan menutupi (aibnya) di dunia dan di akhirat. Dan Allah selalu menolong hamba-Nya jika hamba tersebut menolong saudaranya.” (Muslim)
Karena itu, jadikan diri Anda orang yang paling dahulu membantu kala saudara Anda membutuhkan.

Sumber: dakwatuna

Kartun Dakwah 5 jilid 5



1. Satu Tubuh
“Perumpamaan kaum Mukminin dalam kecintaan dan kasih sayang mereka seperti satu tubuh. apabila salah satu anggota tubuh merasakan sakit maka seluruh tubuh akan ikut terjaga dan demam.” (hadits riwayat Muslim)
 
2. Siang Malam
Dia menciptakan langit dan bumi dengan (tujuan) yang benar; Dia menutupkan malam atas siang dan menutupkan siang atas malam dan menundukkan matahari dan bulan, masing-masing berjalan menurut waktu yang ditentukan. Ingatlah Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Pengampun. (QS Az-Zumar ayat 5)
 
3. Sidik Jari
Apakah manusia mengira, bahwa Kami tidak akan mengumpulkan (kembali) tulang belulangnya? Bukan demikian, sebenarnya Kami kuasa menyusun (kembali) jari jemarinya dengan sempurna.[QS. al-Qiyamah ayat 3-4]
 

Kartun Dakwah 5 jilid 3



1. Hak Muslim
Hak Muslim terhadap Muslim ada lima;  Menjawab salam, Menjenguk orang sakit, mengiringi jenazah, mendatangi undangan, dan mendoakan orang yang bersin.
[Hadits Riwayat. Khamsah]
 
2. Hari Kiamat
Hari Kiamat, apakah hari Kiamat itu? Tahukah kamu apakah hari Kiamat itu? Pada hari itu manusia adalah seperti anai-anai yang bertebaran, dan gunung-gunung adalah seperti bulu yang dihambur-hamburkan. (QS. 101: 1-5)
 

10 Wasiat Hasan Al Bana

http://yesiammuslim.com/site/wp-content/uploads/10-wasiat-hasan-al-banna-copy.jpg

Imam Hasan Al-Bana, pendiri gerakan dakwah Ikhwan yang terkenal ke seluruh dunia, banyak meninggalkan catatan penting pada sejarah perjuangan Islam modern. Ingat, kehadiran Imam Hasan bertepatan dengan hanya beberapa saat setelah hancurnya kekhalifan Islam yang terakhir. Tak pelak, setelah kepergian beliau, tak ada lagi figur dakwah yang bisa dijadikan acuan dalam gerakan Islam.

Keutamaan Ilmu Dari al Qur’an

Diantara perkara mulia yang hendaknya menjadi kesibukan kita adalah menuntut ilmu syar’i yang bersumber dari Al Qur’an dan Sunnah Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Karena ilmu yang bersumber dari keduanya adalah cahaya dan pelita bagi pemiliknya, sehingga nampak jelas baginya kegelapan kebatilan dan kesesatan. Orang yang memiliki ilmu akan dapat membedakan antara petunjuk dan kesesatan, kebenaran dan kebatilan, sunnah dan bid’ah. Maka ilmu adalah perkara mulia yang hendaknya menjadi perhatian setiap muslim, perkara yang harus diutamakan. Karena ilmu itu lebih didahulukan daripada perkataan dan perbuatan. Sebagaimana firman Allahta’ala :

“Ketauhilah, sesungguhnya tidak ada Ilah yang berhak disembah dengan benar kecuali Allah dan mintalah ampun atas dosa-dosamu.”  [Muhammad : 16]

Didalam ayat diatas Allah lebih mendahulukan ilmu daripada perkataan dan perbuatan.

Dalil-Dalil Keutamaan Ilmu Dari al Qur’an

Terdapat banyak dalil, baik dari Kitabullah maupun Sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallamyang menjelasakan tentang keutamaan, keagungan serta ketinggian ilmu. Diantaranya adalah :

Pertama : Firman Allah ta’ala :

Allah menyatakan bahwasanya tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, Yang menegakkan keadilan. Para malaikat dan orang-orang yang berilmu (juga menyatakan yang demikian itu). Tak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” [Ali Imraan : 18]

Ayat ini menunjukkan akan keutamaan ilmu, karena Allah ta’ala telah menggandengan persaksian para ulama’ dengan persaksian-Nya dan persaksian para malaikat, bahwa Dia adalah sesembahan yang benar, yang berhak diibadahi, tidak ada Ilah yang benar melainkan Dia.

Kedua : Firman Allah ta’ala :

“Dan katakanlah (wahai Nabi Muhammad) tambahkanlah ilmu kepadaku.” [Thaaha : 114]

Allah ta’ala memerintahkan NabiNya shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk meminta kepadaNya tambahan ilmu. Ini adalah dalil yang sangat jelas akan keutamaan menuntut ilmu, karena tidaklah Allah perintahkan kepada beliau untuk meminta tambahan sesuatu kecuali hanya tambahan ilmu.

Ketiga : Allah ta’ala ketika menjelaskan keutamaan ilmu serta keagungan kemuliaannya berfirman :

“Katakanlah, apakah sama antara orang yang mengetahui dengan orang yang tidak tahu.” [Az Zumar : 9]

Dalam ayat ini Allah ta’ala membedakan antara ahlul ilmi dengan selainnya. Dia menjelasakan bahwa tidaklah sama antara orang yang tahu kebenaran dengan orang yang jahil akan kebenaran.

Keempat : Allah ta’ala menjelaskan tentang kemuliaan ahlul ilmi serta keutamaan mereka dalam firman-Nya :

“Sesungguhnya yang benar-benar takut kepada Allah diantara para hamba-Nya adalah para ulama’.” [Faathir : 28]

Didalam ayat ini Allah ta’ala menerangkan bahwa ulama’ yang haqiqi adalah orang yang takut kepada Allah (ahlul khosyah).

Demikialah keutamaan menuntut ilmu mempunyai peranan penting dalam kehidupan. Dengan menuntut ilmu orang menjadi pandai, ia akan mengetahui terhadap segala sesuatu yang dipelajarinya. Tanpa menuntut ilmu orang tidak akan mengetahui sesuatu apapun.

Di samping belajar dapat untuk menambah ilmu pengetahuan baik teori maupun praktik, belajar juga dinilai sebagai ibadah kepada Allah. Orang yang belajar sungguh-sungguh disertai niat ikhlas ia akan memperoleh pahala yang banyak. Belajar juga dinilai sebagai perbuatan yang dapat mendatangkan ampunan dari Allah SWT. Orang yang belajar dengan niat ikhlas kepada Allah diampuni dosanya.

Demikian pentingnya  belajar–menuntut ilmu ini sehingga dihargai sebagai jihad fisabililah yaitu pahalanya sama dengan orang yang pergi berperang dijalan Allah untuk membela kebenaran agama.

Bid'ah Dholalah


Dari Ummul Mukminin Ummu Abdullah Aisyah berkata bahwa Rasulullah bersabda, “siapa saja yang mengada-adakan perkara baru dalam urusan kami, yang taka da pedomannya, maka ia tertolak.” (HR. Bukhari no 2697 dan Muslim no 1718). Dalam periwayatan Muslim dengan redaksi, “siapa yang melakukan perbuatan dengan tanpa ada pedoman dari kami, ia tertolak.”

Hadits ini adalah dasar untuk menolak segala bid’ah atau perkara baru dalam Islam. Imam Nawawi berkata, “Hadits ini selayaknya dihapal dan dipergunakan untuk mematahkan segala kemunkaraan, serta layaknya disosialisasi untuk dijadikan argumentasi.”

Para ulama menegaskan bahwa amal dan ibadah tidak diterima, kecuali memenuhi dua syarat: pertama ikhlas dan kedua mengikuti Rasulullah shalullah alayhi wasallam.

Hal ini berarti pengharaman dalam mengadakan perkara baru pada agama Allah, meski pun niatnya baik.
Bahaya bid’ah dalam agama akan menggiring konsekuensi bahwa syariat dianggap belum sempurna. Ibnu Katsir menyatakan bahwa Islam adalah nikmat teragung atas umat ini, karena Allah subhana wa ta’ala telah menyempurnakan agama Islam, sehingga agama ini tidak lagi memerlukan agama selainnya.

Islam telah sempurna sebagaimana Allah berfirman pada al-Qur’an surat al-Maidah ayat 3:
“…. Pada hari ini telah Ku sempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku ridhoi Islam itu jadi agama bagimu….”

Rasulullah shalullah alayhi wasallam bersabda, “tidak tersisa sesuatu yang mendekatkan kepada surga dan menjauhkan dari neraka, selain telah aku jelaskan kepada kalian.” (HR. Thabrani)

Kata Abu Dzar: “Rasulullah meninggalkan kami, dan tidak ada seekor burung pun yang menggerakkan kedua sayapnya di udara, selain telah beliau sebutkan ilmunya kepada kami”

Ibnu Majisyun berkata bahwa aku pernah mendengar Imam Malik berujar, “siapa yang mengadakan perkara baru dalam Islam dengan menganggapnya baik, berarti ia telah beranggapan bahwa nabi Muhammad mengkhianati risalah yang dibawanya, sebab Allah berfirman, ‘pada hari ini telah Aku sempurnakan agama kalian’, maka segala hal yang ketika ayat itu diturunkan bukan merupakan agama, maka hari ini juga bukan bagian dari agama.”

Terdapat banyak dalil yang isinya mengajak untuk mewaspadai dari segala bid’ah dan bahwasanya ia sesat sebagaimana hadits berikut;
tolong jauhilah perkara baru, sebab setiap bid’ah adalah sesat, dan setiap kesesatan tempatnya di neraka.” (HR. Abu Dawud)

Bid’ah pun lebih disukai oleh iblis daripada kemaksiatan.
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah mengatakan bahwa, “pelaku bid’ah lebih disukai Iblis daripada pelaku kemaksiatan menurut sunnah dan ijmak”
 
Intinya, kita memiliki kewajiban dalam mengetahui hal perkara bid’ah dengan tujuan untuk dijauhi dan diwaspadai.

Nasehat Luqman

Luqman merupakan seorang yang beriman kepada Allah. Bahkan namanya diabadikan dalam al-Qur’an surat ke-31. Dalam al-Qur’an menjelaskan bahwa Luqman mempunyai seorang anak, dan ia menasehati anaknya. Apa sajakah nasihat Luqman untuk anaknya. Berikut empat nasehat Luqman kepada anaknya, yakni;

Hai anakku, dirikanlah shalat dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang makruf dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah). (QS. Luqman: 17)

1.      Dirikanlah shalat
Sesungguhnya shalat merupakan tiang agama. Dan wajib bagi setiap orang yang mengaku beragama Islam.
 “…sesungguhnya shalat itu adalah kewajiban yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman” (TQS. An-Nisa: 103)
Siapa yang mendirikan shalat berarti ia menegakan agama Islam. Shalat merupakan tanda/ bukti bahwa kita tidak mempersekutukan Allah Ta’ala.
“batas antara seseorang dan kemusyrikan adalah meninggalkan shalat.” (HR. Muslim)
Sungguh ibadah shalat sangat besar keutamaannya dari ibadah-ibadah lainnya, semakin besarnya, shalat wajib tidak bisa diwakilkan dan tidak bisa pula digantikan.

2.      Menyuruh kepada yang makruf
Orang yang menyuruh kepada yang makruf maka pahalanya sama seperti orang yang melakukannya. (HR. Bukhari)
“Barangsiapa membawa amal yang baik, maka baginya (pahala) sepuluh kali lipat amalnya.” (TQS. Al-An’am: 160)
Maka dari itu, bersemangatlah untuk ber-amar makruf dalam menaati aturan Allah (syariat Islam). Pahala berlimpah, dijamin Jannah, dan Ridho Allah pun didapat.

3.      Mencegah dari yang munkar
Dari Abu Said Al-Khudzri, Rasulullah bersabda, “Siapa di antara kalian yang melihat kemungkaran, hendaklah ia ubah dengan tangannya, dan jika tidak mampu, hendaklah dengan lisannya, dan jika tidak mampu, dengan hatinya, maka itulah iman yang paling lemah.” (HR. Muslim)
Sungguh apabila aturan Allah dilanggar dan kita tidak berusaha mencegahnya, maka Allah menimpakan kemurkaan kepada negeri tersebut.
Maka dari itu, janganlah takut kepada orang-orang yang berbuat zhalim. Sepatutnya kita hanya takut kepada murka Allah saja.

4.      Bersabar atas setiap musibah
Allah berfirman pada al-Qur’an surat al-Baqarah ayat 153;
Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.
Hadits qudsi; “jika Aku menguji hamba-Ku dengan dua hal yang ia sukai, kemudian ia bersabar. Maka baginya surga” (HR Bukhari)

Makna Islam



Islam adalah agama (diin) yang dibawa oleh seluruh nabi dan rasul sejak nabi Adam alayhi salam sampai nabi Muhammad shalullah alayhi wasallam sebagai penutup para seluruh risalah.
Makna Islam adalah menyerahkan diri kepada Allah Subhana Wa Ta’ala dengan menerima segala perintah, larangan, dan habar-Nya yang terdapat dalam wahyu.


Katakanlah: “sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam. Tiada sekutu bagiNya; dan demikian itulah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama-tama menyerahkan diri (kepada Allah)."
(al-Qur’an surat Al-An’am ayat 162-163)

Tahapan Dakwah

1. Islam adalah Rahmat bagi semesta alam; manusia, tumbuhan, hewan. Ajaran Islam mencangkup segala hal kehidupan; politik, budaya, sosial.

2. Namun kini umat Islam terpecah, terpengaruh sekuler, liberal, plural, sehingga Rahmat Islam tidak dapat dirasakan oleh banyak kalangan.

3. Ketika umat Islam ingin bangkit, kita terlupa bagaimana cara bangkit dan bersatu dalam satu payung hukum yang sama.

4. Untuk mencapai hal tersebut, kita musti melakukan perubahan setahap demi setahap dengan diiringi tarbiyatul ummah.

5. Langkah pertama, jadikan pribadi shaleh secara utuh. Seorang muslim sejati yang beraqidah lurus, ibadah benar, dan akhlak mulia.

6. Langkah kedua, membentuk keluarga muslim dalam keseluruhan aspek kehidupan keluarganya hanya karena Allah Ta'ala.

7. Langkah ketiga, perlahan​menjadi bangsa yang muslim dengan segala ciri khas masyarakat madani.

8. Langkah keempat, pemerintahan muslim dengan segala keunikannya dengan menjalankan Syariat Islam.

9. Langkah kelima, bergabungnya seluruh tanah air Islam yang sudah​dicabik-cabik penjajah ke dalam satu kesatuan pemerintahan Islam.

10. Langkah keenam, berkibarnya bendera Islam​ di tatanan dunia Internasional. Bendera dengan lafaz tauhid.

11. Langkah ketujuh, penegasan kembali bahwa Islam menawarkan dakwah ke seluruh manusia sbagai pengendali​peradaban dunia (ustadziatul alam)

12. Dengan begitu, Islam akan menjadi Jaya kembali.​Islam Rahmatin alamin akan dapat dirasakan oleh seluruh makhluk.

13. Marilah kita berjuang untuk menerapkan Syariat,​menegakan daulah dan mengibarkan bendera Islam dengan cara yang ahsan.

14. Semoga Allah Meridhoi perjuangan dakwah kita, mengokohkan langkah kaki​dalam menapaki jalan ini, dan mendekatkan kemenangan kepada Islam



Sumber: @azis_sky



Kata-Kata Menentukan Hidupmu!

1. Tahukah kamu bahwasanya dengan kata-kata yang diucapkan akan menentukan kehidupanmu?

2. Karena dengan mengucapkan sesuatu berarti kita telah menempuh separuh jalan untuk merealisasikan perkataan tersebut.

3. Sesungguhnya apa yang selalu dipikirkan dan dibicarakan, maka seseorang akan semakin bertambah kuat dan akhirnya menjadi perbuatan nyata.

4. Lisan adalah utusan hati.​Ia akan menampakan pikiran seseorang kepada oranglain. Maka perhatikanlah akibat kata-kata yang akan diucapkan.

5. Karena kata-kata akan mampu memberikan pengaruh, dan mengubah perasaan, dan bahkan mengubah suatu keputusan seseorang.

6. Ucapan yang tulus diiringi perasaan yang tulus akan memberikan pengaruh pada jiwa dan hati. Ia juga mampu mendamaikan berbagai masalah.

7. Oranglahn tidak dapat melihat hati kita, mereka hanya mendengarkan kata-kata dan setelah itu mereka akan menilai isi hati.

8. Serta kemampuan akal seseorang pun dapat dilihat dari bagaimana dia berbicara dan apa yang dia bicarakan.

9. Bahkan kata-kata yang kita ucapkan dapat mengarahkan, membawa, dan menarik kita menuju surga ataupun neraka.

10. Seseorang yang berbicara dan dia tidak melihat dosa di perkataan itu, maka dia akan dilemparkan ke dalam neraka selama 70tahun.

11. Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari kiamat, hendaklah berkata yang baik atau diam. (HR. Bukhari dan Muslim)

12. Karena itu, pilihlah ucapan yang mendatangkan kebaikan dan jagalah lisanmu. Sesungguhnya karena lisanlah seseorang lebih cepat terbunuh.


Sumber: @azis_sky

Infak Terbaik

1. Berinfak merupakan suatu kegiatan kebaikan yang bertujuan untuk membantu oranglain dengan harta dan jiwanya. Ayo berinfak. . .

2. Allah akan Membalas seperti sebutir biji yang menumbuhkan 7tangkai dan setiap tangkainya terdapat 100biji pula. .

3. Dengan syarat utama, dengan fisabilillah. Berinfak dengan ikhlas hanya mengharapkan Ridho Allah di Jalan Allah.

4. Berinfaklah dengan tangan kananmu tanpa diketahui oleh tangan kirimu. Maka itulah sebaik baiknya infak.

5. Dan janganlah kamu merusak infak terbaikmu dengan menyakiti hati orang-orang yang menerimanya.

6. Jika menyakitinya, maka​bagaikan kamu meletakan pasir di atas batu, kemudian hujan, dan akhirnya batu itu menjadi bersih.

7. Dan jangan pula riya, berinfak hanya karena ingin dipuja dan dilihat oleh​oranglain. Sungguh, infak itu akan menjadi sia sia.

8. Sesungguhnya tangan di​atas lebih baik daripada tangan di bawah. Dan saling memberi itu jauh lebih baik daripada meminta minta.

9. Oleh karena itu, ayo kita​berinfak dengan harta terbaik yang kita miliki. Dan berinfaklah di Jalan Allah Ta'ala.

10. Semoga apa yang telah kita infakkan di Jalan Allah mendapatkan balasan berkali lipat dan Allah pun Meridhoi kita berada di Jannah Nya.




Sumber: @azis_sky

Dakwah Politik

1. Kita sebagai muslim seharusnya melek politik. Dimana politik Islam disebut 'siyaasah' yang artinya penjagaan.

2. Siyaasi (politikus) memberikan perhatian dan​penjagaan kepada urusan umat dan mencarikan solusi berdasarkan AlQuran​dan Hadits.

3. Hasan Albana mengumandangkan Ikhwanul Muslimin sbagai gerakan dakwah Islam yang menyerukan kepada pemahaman Islam yang komprehensif.

4. Islam harus menyentuh semua lini kehidupan seperti, ekonomi, politik, pendidikan, militer, dan lainnya agar dapat dirasakan oleh umat.

5. Islam sbagai dien yang lurus tidak memisahkan agama dan politik, sebab Islam pun mencangkup mengenai politik.

6. Karakter politik Islam merupakan yang mempunyai misi perwujudan keselamatan hidup manusia baik di dunia maupun akhirat.

7. Politik yang menyatakan bahwa tiada kebaikan agama dalam politik ataupun sebaliknya.​Itu adalah politik dalam konsep barat.

8. Maka dari itu, Hasan Albana mengingatkan umat akan bahaya itu agar tidak menggorogoti pola pikir pejabat pemerintahan.

9. Jika kita menggunakan politik dalam konsep barat (sekuler, plural, liberal), maka kehancuranlah yang akan dinantikan.

10. Sementara Islam dengan politiknya, membawa misi dunia dan akhirat. Politik yang melindungi semua hak umat.

11. Keislaman seorang muslim belum sempurna, hingga ia memahami politik, mendalami persoalan umat Islam serta peduli terhadap masalah umat.

12. Maka dari itu dengan politik Islam, kita bisa hidup tenang, damai, aman,​dan tentram, serta terlindunginya nyawa, harta dan kehormatan.


Sumber: @azis_sky

Ciri-ciri Orang Baik yang Beruntung

1. Sesungguhnya setiap orang berkeinginan kepada​ kebaikan dan senantiasa ingin berbuat baik. ayo kita menyerukan kebaikan. . .

2. Akan tetapi, tidak sedikit yang masih belum paham tentang makna kebaikan, sehingga mereka​ berbuat atas nama kebaikan namun salah jalan.

3. Tahukah kamu, sebaik baiknya manusia itu seperti apa? Yakni ia yang paling banyak memberi kemanfaatan kepada oranglain.

4. Dan orang orang baik itu​ pun memiliki cinta yang luar biasa, ia mencintai saudaranya seperti ia mencintai dirinya sendiri.

5. Adapun ketika ia kekurangan, namun ia tetap rutin untuk melakukan silaturahim dan​ bersedekah. Meskipun itu hanya senyuman yang tulus.

6. Dan yang pasti, orang baik itu selalu menyampaikan ilmu (kebaikan), mencegah dari keburukan dan beriman kepada Allah Ta'ala.

7. Serta ciri ciri orang baik itu terlihat jelas dari cara ia memimpin yakni dengan​keadilan. Menegakan hukum dengan keadilan yang hak.

8. Namun orang-orang baik​tersebut belum tentu termasuk kepada orang-orang yang beruntung di dunia dan akhirat. Kenapa?

9. Mereka yang slalu mencoba mengubah keadaan mereka menjadi lebih baik daripada keadaan kemarin dan keadaan hari ini.

10. Dan apabila ia melakukan suatu kesalahan, maka ia bersegera untuk meminta maaf, bertaubat dan tidak mengulangi kesalahannya lagi.

11. Itulah di antara ciri ciri orang baik yang sebenarnya. Sungguh mereka termasuk kepada orang yangbaik lagi beruntung d dunia dan akhirat.

12. Ayo kita semua harus berusaha menjadi orang baik dan beruntung agar Allah Ta'ala Meridhoi kita berada dalam Jannah-Nya. aamiin.


sumber: @azis_sky

Pribadi Muhammad Rasulullah

1. Sungguh telah ada pada diri Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu. (QS. Al Ahzab: 21) mari kita mengenal MuhammadRasulullah

2. Muhammad Rasulullah ialah sosok pribadi yang luarbiasa. Seorang yang beramal shaleh dan kuat serta Pemimpin negara yang peduli umat.

3. Tutur kata Rasulullah sangatlah jelas dengan nada perlahan dan perkataan yang terang dan​mudah dipahami oleh orang yang mendengarkannya.

4. Kedermawanan dan kemurahan hati Rasulullah luarbiasa karena Rasulullah tidak pernah mengatakan 'tidak' (menolak) setiap kali diminta.

5. Rasulullah slalu mengoreksi orang yg keliru, meluruskn kesalahan orang yg jahil, mengingatkan orang yg lalai & slalu menyebarkan kebaikan

6. Rasulullah tidak mau mendengarkan ghibah dan tidak rela mendengarkan namimah dan buhtan. Rasulullah slalu membela kehormatan oranglain.

7. Barangsiapa yang membela kehormatan saudaranya dari perkataan ghibah, niscaya Allah akan membebaskannya dari api neraka. (HR. Ahmad)

8. Muhammad Rasulullah pun sangat memuliakan para tetangganya karena tetangga memiliki kedudukan yang agung dalam kehidupan.

9. Rasulullah bersabda tidak akan masuk surga bagi orang yang tetangganya tidak merasa aman dari kejahatannya. (HR. Muslim)

10. Selain itu, kita juga harus menunaikan hak sbagaimana Rasulullah pun menunaikan hak pribadi, hak keluarga, hak oranglain​dan Hak Allah.

11. Rasulullah adalah seorang yang banyak berdoa, memohon dan menunjukan ketergantungan hanya kepada Allah. "doa itu adalah ibadah"

12. Maka dari itu, kita sbagai umat Muhammad Rasulullah, kita tidak boleh bersifat bakhil menunaikan hak beliau yakni dengan bershalawat.

13. Sungguh Rasulullah adalah teladan bagi kita. Sunnahnya sbagai rambu dan pedoman bagi yang mengkehendaki keselamatan dan hidayah.

14. Ya Allah, berilah kami karunia untuk mencintai nabi Mu dan menapaki jalannya yang lurus bukan sbagai orang yang sesat lagi menyesatkan.

15. Ya Allah, curahkan shalawat n salam untuk Muhammad Rasulullah, keluarga, dan sahabatnya dan kumpulkanlah kami bersamanya d Surga. Aamiin

sumber: @azis_sky

Hukum Pembunuhan

1. Pada zaman sekarang, masyarakat begitu mudahnya melakukan kekerasan bahkan hingga membunuh hanya karena masalah yang sepele.

2. Apakah mereka tidak mengetahui bahwa membunuh itu merupakan suatu dosa yang sangat besar setelah dosa syirik?

3. Tidakkah mereka lupa tentang hukuman bagi yang berani menghilangkan nyawa seseorang? Yakni azab yang sangat pedih.

4. Mereka pun mendapatkan Murka Allah sehingga di kehidupan dunia maupun di akhirat, mereka sulit mendapatkan​Rahmat Allah.

5. Allah pun Melaknat mereka yang membunuh seseorang yang tiada bersalah dan tanpa alasan yang dibenarkan oleh Syariat Islam.

6. Dan Allah Memberikan Azab yang sangat besar ketika di dunia. Kehidupan mereka akan diliputi kegelisahan dan penyesalan.

7. Jika ada 2muslim saling berhadapan membawa pedang, maka yang membunuh ataupun dibunuh akan masuk neraka. (HR. Bukhari & Muslim)

8. Bahkan di dunia pun mereka akan dihukum dengan Qisas (hukum Islam) dan KUHP pasal 338-367 (hukum negara)

9. Oleh karena itu, marilah kita perbanyak beristigfar dan mengingat Allah Ta'ala agar hati menjadi tenang dan tentram.

10. Janganlah terpengaruh oleh bisikan setan. Karena sesungguhnya setan adalah musuh manusia dan​menginginkan manusia saling berpecah belah.

11. Karena orang yang kuat​itu bukanlah yang mampu mengalahkan/ membunuh banyak orang melainkan ia yang mampu mengendalikan amarahnya.

12. Semoga kita termasuk kepada orang-orang yang takut kepada Allah sehingga kita pun takut untuk melakukan perbuatan keji n munkar. Aamiin



sumber: @azis_sky

Shalat dan Sabar

1. Wahai orang orang yang​beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. (QS. Al Baqarah: 153)

2. Sungguh, hanya kepada Allah sebagai tempat meminta pertolongan. Dan pertolongan Allah datang melalui Shalat dan sabar.

3. Sabar dan shalat (bentuk​syukur) ialah sesuatu yang​sangat berat untuk dilaksanakan karena it merupakan inti dari akhlak.​

4. Untuk melalui kesabaran​dan shalat ( kesyukuran) maka yang dilakukan yakni, dengan khusuk. Rutin berlatih dan dilakukan.

5. Sabar dapat diartikan sebagai suatu bentuk dalam keadaan peperangan​besar antara bertahan dan melawan.

6. Sabar dalam kondisi bertahan dilakukan untuk berjuang menuju kemenangan yang hakiki. Bertahan bukan berarti pasrah.

7. Sabar dalam keadaan melawan yaitu motivasi agama (kebenaran) yang melawan/ mengendalikan keburukan nafsu.

8. Dan shalat merupakan perjanjian antara orang-orang beriman dengan orang-orang kafir dan orang-orang munafik.

9. Yang sulit dalam shalat ialah menimbulkan rasa syukur atas nikmat dan Rahmat yang telah Allah Ta'ala berikan.

10. Rasa syukur itulah menghubungkan kita dengan Allah yang disebut dengan khusuk. Salah satunya doa diantara 2sujud.

11. Ya Allah, ampunilah aku, sayangilah aku, tutuplh aibku, angkatlh drajatku, berilh petunjuk, jadikanlah aku sehat, maafkanlh aku.

12. Apabila kita mengamalkan Shalat dan sabar berarti kita telah melangkah menuju Habibullah dan Allah akan Menolong kita.

13. Semoga kita termasuk kepada orang-orang yang senantiasa bersabar dan khusuk dalam shalat.


Sumber: @azis_sky

Hakekat Ukhuwah Islamiyah

1. Manusia tidak dapat hidup sendiri. Manusia memerlukan oranglain agar​kebutuhan hidupnya dapat​terpenuhi.

 2. Dalam Islam, kami mengenalnya dengan sebutan Ukhuwah Islamiyah ( ). persaudaraan secara Islam.

 3. Ukhuwah Islamiya merupakan suatu cara yang paling tepat dalam hubungan pertemanan ataupun persaudaraan.

 4. Ikatan persaudaraan ini berlandaskan kepada AlQuran dan hadits yang bertujuan untuk mendapatkan Ridho Allah.

 5. Imam Hasan Albana mengatakan bahwa hakekat dari Ukhuwah Islamiyah ini terdiri dari pada empat macam, yakni;

 6. Pertama. Nikmat Allah selalu tercurahkan kepada orang orang beriman yang mencintai saudaranya seperti mencintai dirinya sendiri.

 7. Kedua. Ukhuwah Islamiyah bagaikan tali tasbih yang menyatu dalam mengingat Allah, Sang Pencipta Alam semesta.

 8. Ketiga. Arahan Rabbani, yang menyuruh kita agar saling tolong menolong, mendoakan, dan menasehati dalam hal kebaikan.

 9. Keempat. Ukhuwah Islamiyah adalah cermin kekuatan iman. Rasulullah bersabda bahwa Ukhuwah Islamiyah yaitu bagaikan 1tubuh.

 10. Apabila ada bagian yang merasakan sakit, maka seluruh bagian tubuhnya pun akan merasakan hal yang sama.

 11. Sungguh besar Rahmat Allah yang diberikan kepada kita, termasuk kepada urusan persaudaraan. Itulah Islam.​

 12. Oleh karena itu, banggalah menjadi Muslim Sejati dan tunjukanlah keISLAManmu. Inilah Islam.​Islam rahmatin 'alamin.

 sumber: @azis_sky